Hendra Kasmi
Angin sore yang bertiup lembut membelai ilalang-ilalang yang mulai menguning. Daun-daun kering yang tak berdaya berguguran dari tangkainya. Beberapa bocah terlihat mengejar truk-truk pengangkut pasir di jalanan kerikil hingga debu-debu berterbangan. Entah kesenangan apa yang melekat pada diri mereka, yang pasti riang tawa itu hanya di miliki oleh anak-anak pedalaman Beutong Ateuh. Sebuah daerah yang mengingatkan kita pada tragedi berdarah beberapa tahun silam. Namun, justru konflik yang berkepanjangan inilah yang telah membuka mata hati masyarakat luar untuk mengenal tempat ini. Karena daerah ini dulu di kenal sebagai daerah yang terbelakang juga terpinggirkan ketika alat-alat transportasi sulit melewati jalan tanah bebatuan yang menghubungkan Jeuram-Takengon, ketika tiadanya komunikasi antara tempat ini dengan dunia luar yang menyebabkan harapan puluhan anak-anak negeri terkubur oleh rimbunnya pepohonan. Lanjut Baca »