Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kembar Jalang

Hendra Kasmi

 

 Angin sore yang bertiup lembut membelai ilalang-ilalang yang mulai menguning. Daun-daun kering yang tak berdaya berguguran dari tangkainya. Beberapa bocah terlihat mengejar truk-truk pengangkut pasir di jalanan kerikil hingga debu-debu berterbangan. Entah kesenangan apa yang melekat pada diri mereka, yang pasti riang tawa itu hanya di miliki oleh anak-anak pedalaman Beutong Ateuh. Sebuah daerah yang mengingatkan kita pada tragedi berdarah beberapa tahun silam. Namun, justru konflik yang berkepanjangan inilah yang telah membuka mata hati masyarakat luar untuk mengenal tempat ini. Karena daerah ini dulu di kenal sebagai daerah yang terbelakang  juga terpinggirkan ketika alat-alat transportasi sulit melewati jalan tanah bebatuan yang menghubungkan Jeuram-Takengon, ketika tiadanya komunikasi antara tempat ini dengan dunia luar yang menyebabkan harapan puluhan anak-anak negeri terkubur oleh rimbunnya pepohonan. Lanjut Baca »

Kenangan dalam Kepanikan

Netty Wary 

Pagi yang cerah, langit biru yang bersih tak ada tanda-tanda akan turu hujan. Seperti biasa aku pergi ke kampus. Tepat pukul 07.50 aku sudah stanby duduk di kursi menunggu dosen,  walaupun banyak teman-temanku yang belum datang. Tak lama kemudian ruangan dipenuhi oleh mahasiswa yang disusul dengan kedatangan dosen. Semua mahasiswa belajar dengan penuh kosentrasi. Kebetulan dosen kami pada saat itu tidak bisa berlama-lama mengajar karena ada urusan penting yang harus dikerjakan. Lanjut Baca »

Orang-orang yang Menyapa

Oleh: Netty Wary

 

Di Aceh baru saja diresmikan darurat militer. Para aparat berdatangan ke setiap pelosok daerah yang ada di kampung-kampung. Tak juga ketinggalan dengan daerah kami, daerah yang dikatakan cukup rawan. Kampung kami berada di Kenawat Dataran Tinggi Gayo. Mayoritas penduduknya adalah bertani. Pada saat musim panen tiba, laki-laki tidak berani pergi ke sawah ataupun ke kebun. Bahkan dilarang oleh para istri-istri yang masih memiliki suami. Begitu juga dengan para anak mudanya. Para wanitalah yang menggantikan posisi laki-laki pada saat itu. Sehingga jika di lihat ke setiap kebun-kebun semua yang bekerja hanya kaum wanitanya. Sedangakan kaum laki-lakinya tinggal menjaga rumah. Lanjut Baca »

Kampung Kita

Akmal MR

Kampung kita,

jiwa yang meronta mencekik angin

seumpama pasir dilahap ombak riuh

nur kini redup serupa senja yang murung melihat bumi

negeri kita telah lelah,

senyum itu kini membatu

pada jiwa yang keruh

nur telah terkepung kegelapan

kampung kita,

kini telah ramai kembali

mengikat senyum yang putus

pohon-pohon kembali menari

sembari berbisik pada angin yang layu

negeri kita,

biarkan saja kebahagiaan ini menjadi air

nur telah tersenyum

Ulee Kareng, 19 Juni 2007

images.jpgHikajat dari Zaman Boeroek
Konser Musik Moritza Thaher | Sabtu | 26 Mei 07 | 20.00-3.00 wib| Di Episentrum Ulee Kareng Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant

Bagian I:

Sejak ditemukan roda hingga peradaban manusia mengenal wifi Zaman Boeroek tak kunjung enyah dari kehidupan kita sehari-hari. Zaman Boeroek hadir dalam anekaragam rupa. Dari perang sampai manipulasi bantuan tsunami dari fundamentalisme agama sampai kemiskinan dari buruknya pelayanan kesehatan sampai kebrutalan pengguna jalan raya. Lanjut Baca »

ampon-agus.jpg

Pertunjukan Agus PMTOH

Hikajat Koera2 Berdjanggoet| Rabu |30 Mei 07| 20.00  23.00 wib|  Di Episentrum Ulee Kareng Banda Aceh – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant

  

 ...dengan kapal itu dia berharap bisa mendapatkan doa seribu penguasa dunia, dengan doa dan kapal itulah dia berharap dapat kembali pulang ke tanah Sulaiman. Jika sekarang orang-orang mencari di mana kapal Nuh yang masyur itu pasti tak ditemukan sebab disembunyikan unta buangan. Perompak-perompak di seluruh lautan tak pernah mencari kapal itu, takut dikutuk unta buangan…

 

Hikajat Koera2 Berjanggoet (HKB) adalah 9 sembilan sekuel kisah yang satu sama lain tak saling berhubungan namun memiliki jaringan kisah layaknya jalinan jaring laba2.  Dan Hikayat Zulfikar, yang akan dibawakan Agus PMTOH pada malam keempat peluncuran Episentrum Ulee Kareng, adalah bagian kecil dari hikayat itu. HKB sebuah kisah yang menceritakan Aceh dari abad 17 hingga Abad 21. Lanjut Baca »

Promised Paradise

logo-episentrum.jpg                                Pemutaran Film Karya Leonard Retel Helmrich

                                Promised Paradise | Selasa |29 Mei 07| 20.00  22.00 wib|  Di Episentrum Ulee Kareng – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant

 

Film berdurasi 55 menit ini dilarang di Jakarta International Film Festival (Jiffest) tahun 2007!

Film ini mengisahkan tentang reaksi para seniman terhadap terorisme. Agus Nur Amal dengan gayanya mencoba menyelusuri mengapa dan kenapa terjadinya terorisme itu. Untuk itu Agus Nur Amal perlu bertanya pada paranormal, dan bahkan perlu mendatangi Imam Samudera, yang ditahan di Bali, untuk mengungkapkan akar dari persoalan itu. Lanjut Baca »

BURNI TELONG

Netty Wary

 

Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, aku baru saja siap  belajar dan menyelesaikan tugas. Kubaringkan badanku di atas ranjang sembari mengendorkan otot-otot saraf ku yang telah lelah seharian dalam rutinitas. Kupejamkan mata perlahan-lahan sambil menyelimuti badan ku. Tapi entah kenapa malam itu aku merasa sangat kedinginan, sehingga mata juga susah untuk dipejamkan. Aku merasa seperti berada di tempat kelahiran ku, desa yang berhawa sejuk sehingga ketika malam tiba, tak bisa tidur sebelum badan diselimuti minimal dua kain selimut, wah dingin bwanget.

Karena kedinginan aku tak bisa tidur, pelan-pelan aku membalikkan badan dan mata ku tertuju tepat pada buku  yang ku susun rapi di atas lemari. Tanpa berpikir panjang aku bangun dan mengambil salah satu buku yang berjudul “Aku Bisa Nulis Cerpen”. Memang sih biasa nya buku adalah pengantar tidur ku, jika aku tak bisa tidur aku selalu membaca buku dan bagi ku buku merupakan sahabat yang paling setia. Pernah satu malam aku membaca novel karangan Habiburrahman El Shirazy sampai pukul 01.30 dini hari. Lanjut Baca »

>> Akmal MR

imag0074.jpg

 

Kepada Emak Niffa

Di -

Kampung …???

Emak, sekarang aku mulai beranjak dewasa. Miwa yang berkata itu. Saat ini Agam sungguh sangat ingin melihat wajah Mak. Semenjak emak pergi sepi dan selalu sunyi yang Agam rasa. Mak, Agam sudah dipindahkan ke kelas yang baru di sekolah yang lain juga. Miwa bilang aku suda naik kelas. Namun tak ada lagi tempat ku di sekolah dulu. Kini aku sudah punya sekolah baru dan perlengkapan sekolah baru yang Miwa dan Pak Cek yang membelikannya untukku. Lanjut Baca »

NÈK SIÔN_2

>>> Yudi Pratama

 

Hari ini cuaca sangat panas. Matahari bersinar dengan teriknya. Tubuhku seakan-akan terbakar. Aku berjalan pulang menuju rumahku yang tercinta. Aku berjalan dengan langkah yang sangat cepat agar aku bisa sampai dirumah. Aku merasa siang ini matahari tidak begitu bersahabat. Matahari seolah-olah marah dengan memancarkan sinarnya ke seluruh bumi ini. Segera terbayang di ingatanku enaknya segelas air dingin di campur dengan sedikit sirup. Hm…enak sekali diminum disaat cuaca seperti saat ini. Setidaknya semua itu bisa menghilangkan gerahku. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.