<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>rencong atjeh</title>
	<atom:link href="http://amay.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amay.wordpress.com</link>
	<description>tajam itu, hanya sebatas kerinduan....</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jun 2007 16:17:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amay.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>rencong atjeh</title>
		<link>http://amay.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amay.wordpress.com/osd.xml" title="rencong atjeh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amay.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kembar Jalang</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kembar-jalang/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kembar-jalang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 16:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kembar-jalang/</guid>
		<description><![CDATA[Hendra Kasmi    Angin sore yang bertiup lembut membelai ilalang-ilalang yang mulai menguning. Daun-daun kering yang tak berdaya berguguran dari tangkainya. Beberapa bocah terlihat mengejar truk-truk pengangkut pasir di jalanan kerikil hingga debu-debu berterbangan. Entah kesenangan apa yang melekat pada diri mereka, yang pasti riang tawa itu hanya di miliki oleh anak-anak pedalaman Beutong Ateuh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=38&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;"><font face="Times New Roman">Hendra Kasmi</font></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><strong><font face="Times New Roman" size="3"> </font></strong><font face="Times New Roman" size="3">Angin sore yang bertiup lembut membelai ilalang-ilalang yang mulai menguning. Daun-daun kering yang tak berdaya berguguran dari tangkainya. Beberapa bocah terlihat mengejar truk-truk pengangkut pasir di jalanan kerikil hingga debu-debu berterbangan. Entah kesenangan apa yang melekat pada diri mereka, yang pasti riang tawa itu hanya di miliki oleh anak-anak pedalaman Beutong Ateuh. Sebuah daerah yang mengingatkan kita pada tragedi berdarah beberapa tahun silam. Namun, justru konflik yang berkepanjangan inilah yang telah membuka mata hati masyarakat luar untuk mengenal tempat ini. Karena daerah ini dulu di kenal sebagai daerah yang terbelakang<span>  </span>juga terpinggirkan ketika alat-alat transportasi sulit melewati jalan tanah bebatuan yang menghubungkan Jeuram-Takengon, ketika tiadanya komunikasi antara tempat ini dengan dunia luar yang menyebabkan harapan puluhan anak-anak negeri terkubur oleh rimbunnya pepohonan.</font><span id="more-38"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Sebuah pondok yang terletak di pinggir jalan setapak itu bisa dikatakan tidak layak huni lagi menurut ukuran orang-orang <span> </span>masa kini. Dinding-dinding papan yang terlihat sudah lapuk, tangga depan yang dua anaknya sudah lama copot sementara diatasnya langit-langit rumbia yang beberapa bagiannya sudah bocor tak sempat diganti karena Bapak sekarang <span> </span>sudah sangat jarang berada di rumah, paling-paling beliau cuma pulang seminggu sekali untuk memberikan uang kepada Mak. Memang, hidup kami sekarang sudah agak lumayan jika dibandingkan dulu ketika kami masih berkebun kopi. Namun, <span> </span>hal itu tetap saja tidak memuaskan bagiku karena Mak<span>  </span>tak pernah menjawab bila aku bertanya tentang pekerjaan Bapak sekarang. Menurut Mak, manusia seusiaku terlalu dini untuk mengetahui semua hal ini </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Aku dan Mak pun tak pernah lagi pergi ke kebun kopi karena Mak masih trauma pada kejadian dua minggu lalu ketika dua <span> </span>makhluk rimba dengan<span>  </span>bentuk tubuh yang sama persis <span> </span>dan<span>  </span>berkulit <span> </span>abu-abu yang sama <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">pula</span> sedang menginjak-injak batang kopi muda. Tapi untunglah saat itu  kakek kebetulan datang;</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œHai <em>Teungku Rayeuk</em>, jangan ganggu kami! <em>Teungku</em> mencari makan, kami juga mencari makan. Pergi! Pergi!â€.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Ajaib atau hanya kebetulan, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">segera</span> saja dua ekor gajah liar itu pergi. Ternyata ucapan kakek mujur juga meskipun beliau bukan seorang pawang. Memang orang-orang di kampung menyebut nama gajah dengan istilah â€˜<em>Teungku Rayeuk</em>â€™ agar gajah patuh dan tidak murka. Menurut cerita orang-orang tua, gajah juga mengerti bahasa manusia karena gajah merupakan jelmaan manusia. Konon, dahulu ada seorang raja yang melarang anaknya menyeberangi sungai untuk menjumpai seorang gadis. Karena saking cintanya pada gadis ini dengan terpaksa si anak membohongi ayahnya untuk keluar dari istana. Karena berbohong maka panjanglah hidungnya dan besarlah telinganya. Sekilas, cerita ini memang mirip dongeng pinokio. </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Ternyata nasib Mak sama juga dengan nasib beberapa tetangga. Tadi pagi Mak Inah melihat sendiri dengan mata kepalanya dua makhluk berbelalai panjang <span> </span><span> </span>menginjak-injak batang jagung yang sudah siap di panen sedangkan Abu Lah hanya bisa membisu ketika melihat dangaunya di obrak-abrik gajah kembar itu. Seluruh penjuru kampu heboh. Baik di meunasah, kedai-kedai maupun di rumah-rumah orang selalu membicarakan aksi dua gajah liar. Amukan Si Kembar Jalang itu betul-betul telah meresahkan warga. Seperti kata peribahasa â€œKeluar dari lubang jarum masuk ke lubang buayaâ€ itulah gambaran kesengsaraan warga di kampung ini. Ketika teror OTK berakhir<span>  </span>maka berlanjut <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">pula</span> ke teror Kembar Jalang. Kapankah penderitaan masyarakat ini berakhir?</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Bunyi kentongan terdengar lima kali sebagai pertanda bahaya ketika shalat isya baru saja usai. Suara hiruk-pikuk pun mulai terdengar di seluruh penjuru kampung. Orang-orang di dalam <em>meunasah </em>dengan wajah<span>  </span>panik bercampur bingung <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">segera</span> saja berhamburan keluar.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œKembar jalang mengamuuukâ€¦..â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œApa Salim?â€ ujar Pak Geuchik dengan cemas</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œKembar Jalang bersama rombongannya <span> </span>telah mengobrak-abrik kedai Pak Kasem dan pondok Nek Minah, Pakâ€.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Semua bertambah panik. Di kejauhan terlihat titik-titik api yang berasal dari obor. Beberapa warga mulai berdatangan ke <em>meunasah</em> dengan membawa parang dan tombak. Jerit tangis wanita dan anak-anak bercampur baur <span> </span>dengan wajah-wajah masam yang menggambarkan ketakutan yang mendalam. Terbayang rumah mereka selanjutnya yang akan menjadi tumbal untuk memuaskan dendam makhluk-makhluk liar. Pak Geuchik pun bingung mau berbuat apa. Tiba-tiba beliau memanggil beberapa aparat kampung untuk menggelar rapat darurat di dalam <em>meunasah</em>. Mereka membahas beberapa hal untuk menghadapi amukan <span> </span>gajah liar itu diantaranya tentang strategi perang apa yang akan digunakan, berapa peralatan perang yang diperlukan <span> </span>dan berapa  pawang yang harus direkrut untuk menyadarkan jiwa-jiwa yang tak berdosa.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œTak usah banyak-banyak peralatannya, cukup beberapa parang saja untuk memenggal leher cukong-cukong biadab itu!â€. Ujar Pak Kasem dengan amarah yang meluap-luap.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œBetuuul! Betuuuul!â€ sahut orang lain dengan serentak.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Buluk kuduk ku mulai merinding ketika mendengar ucapan Pak Kasem karena aku sudah tahu bahwa Bapak adalah salah satu dari orang-orang pemicu konflik ini. Tadi sore Thaleb mengabarkan kepada Mak bahwa rombongan penebang<span>  </span>liar yang dipimpin oleh Toke Rusdi sudah ditangkap<span>  </span>oleh petugas, kecuali <span> </span><span> </span>Bapak <span> </span>dan beberapa orang saja yang berhasil kabur dan sekarang ditetapkan sebagai buron. Mak sangat gundah ketika mendengar berita tersebut.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Hasil dari keputusan rapat adalah bahwa pasukan penduduk<span>  </span>di bawah komando Pak Geuchik akan menggunakan strategi bertahan, artinya akan melawan jika terdesak. Sebetulnya Pak Geuchik ingin melakukan gencatan senjata dan menyelesaikan masalah di meja perundingan karena beliau menganggap bahwa peperangan akan merugikan kedua belah pihak. Namun, karena tak ada mediator dan tak ada juru runding dari pihak Kembar Jalang dengan berat hati perundingan pun dibatalkan. Mungkin apa yang ada dibenak Pak Geuchik ini sama juga seperti yang ada dibenak musuh, sama-sama berharap juga agar kedua belah pihak dapat menjaga wilayah sendiri dan tidak mencaplok wilayah kedaulatan pihak lain. Namun, karena ada <span> </span>provokator yang selalu ingin meraup keuntungan dalam kesempitan<span>  </span>sehingga<span>  </span><span>  </span>terjadilah<span>  </span>kesalahpahaman antara masyarakat dengan komunitas rimba.<span>                                        </span><span>            </span><span>                                    </span><span>            </span>Tiba-tiba di kejauhan terlihat sesosok bayangan <span> </span>berlari dengan tergesa-gesa dalam pekatnya malam. Wajahnya pucat pasi dan dengan nafas yang terengah-engah ia pun berteriak;</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œRombongan Kembar Jalang menuju kemariii!â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Seketika warga pun bertambah panik dan suara hiruk pikuk pun terdengar lagi. Terlihat pasukan penduduk <span> </span>mulai siaga untuk menghadapai musuh di depan mata. Di kejauhan mulai terdengar deru langkah musuh, tak lama kemudian tampaklah bayangan puluhan makhluk bertubuh gembul siap memusnahkan segalanya yang ada di depan mata. Walaupun hanya bersenjatakan tombak dan parang, para pejuang <span> </span>berlari dengan gagah berani. Ya, berlari menyelamatkan diri ketika membidik kekuatan musuh yang jauh lebih besar. Kini, pasukan yang dipimpin Kembar Jalang telah menghancurkan benteng pertahanan penduduk dengan begitu mudahnya karena tanpa perlawanan sedikit pun. Suara lengkingan pun membahana pertanda kemenangan.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Aku tak sempat lagi mengambil langkah seribu karena dua ekor gajah telah mengeroyokku. Mereka adalah dua gajah kembar yang dulu pernah aku lihat di kebun kopi bersama Mak.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œAmpun <em>Teungku</em>, bukan aku yang menganggu <em>Teungku</em> tapi Bapakku!â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Barangkali makhluk itu tak mempan lagi dengan kata-kata. Kulihat mereka semakin  mendekatiku bahkan<span>  </span>kemudian menginjak tubuh ku.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œBaik, baiklah <em>Teungku</em>, kalau ketemu aku sendiri yang akan memenggal kepala beliau. Tapi lepaskan aku dulu!â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font size="3"><font face="Times New Roman">Mereka tak juga menghiraukan kata-kataku. Mungkin dendam kesumat telah mendarah daging <span> </span>dalam tubuh mereka, atau juga mereka memegang semboyanâ€Tak ada rotan akar pun jadiâ€ tak ada Bapak anaknya juga dapat dijadikan sebagai alat untuk melampiaskan kekesalan. Lama-kelamaan pijakan itu semakin berat saja, tak terasa nafasku <span> </span>mulai sesak, mata terpejam hingga jantung pun berhenti berdetak. Aku tak tahu lagi bagaimana kelanjutan dari peristiwa ini. Suatu peristiwa yang tak seharusnya terjadi jika saja raungan mesin-mesin muktahir itu tidak mengusik tidur siang mereka, seandainya masih banyak tempat berteduh buat mereka untuk melindungi diri dari sengatan matahari, andai saja anugerah alam yang begitu indah masih bisa diwarisi pada anak cucu <span> </span>dan andaikan juga manusia tidak memberlakukan hukum rimba terhadap pemilik hukum rimba itu sendiri. <span> </span><span>      </span></font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=38&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kembar-jalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan dalam Kepanikan</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kenangan-dalam-kepanikan/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kenangan-dalam-kepanikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 16:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kenangan-dalam-kepanikan/</guid>
		<description><![CDATA[Netty Wary  Pagi yang cerah, langit biru yang bersih tak ada tanda-tanda akan turu hujan. Seperti biasa aku pergi ke kampus. Tepat pukul 07.50 aku sudah stanby duduk di kursi menunggu dosen,  walaupun banyak teman-temanku yang belum datang. Tak lama kemudian ruangan dipenuhi oleh mahasiswa yang disusul dengan kedatangan dosen. Semua mahasiswa belajar dengan penuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=37&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Netty Wary </strong></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Pagi yang cerah, langit biru yang bersih tak ada tanda-tanda akan turu hujan. Seperti biasa aku pergi ke kampus. Tepat pukul 07.50 aku sudah stanby duduk di kursi menunggu dosen, <span> </span>walaupun banyak teman-temanku yang belum datang. Tak lama kemudian  ruangan dipenuhi oleh mahasiswa yang disusul dengan kedatangan dosen. </font><font face="Times New Roman" size="3">Semua mahasiswa belajar dengan penuh kosentrasi. Kebetulan dosen kami pada saat itu tidak bisa berlama-lama mengajar karena ada urusan penting yang harus dikerjakan.</font><span id="more-37"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Hari ini Bapak tidak bisa lama mengajar, karena ada hal penting yang harus Bapak kerjakan mengenai jurusan kita. Jadi pembelajaran kita cukupkan sampai disini saja. Bapak hanya memberikan tugas kepada kalian. Oya jangan lupa minggu depan kita midtemâ.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Mendengar kata-kata midtem aku biasa saja, karena aku sudah mempersiapkan diri. Aku dan beberapa orang temanku masih tinggal di dalam ruangan untuk menyelesaikan tugas, sedangkan yang lain ada yang sudah pulang. Pukul 10.25 kami turun dari lantai dua. Sambil berjalan kami sibuk membahas pelajaran yang barusaja diperoleh.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Aku dan dua orang temanku yang bernama Nabila dan Merry hendak pergi ke perpustakaan. Saat kami bertiga sedang berjalan menuju perpustakaan tepatnya pukul 11.03 di depan biro Universitas, tiba-tiba mataku tertuju pada sekumpulan anak TK yang sedang berlari bersama gurunya. Kami bertiga heran dan kebingungan. Apa yang terjadi , apakah ada tabrakan lalu lintas, karena lalu lintas juga begitu padat menuju arah Darussalam.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Nabila bertanya pada seorang  bapak</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œ Ada apa Pak?â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œBapak juga tidak tahu Nak.â€ </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Jawab si bapak yang juga lagi kebingungan, sementara aku dan Merry bingung bercampur was-was melihat orang yang sedang sibuk berlarian. Kemudian Aku berjalan menuju seorang ibu yang sedang sibuk memencat <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Hp</span>.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œ Ada apa Bu? Kok pada lari semua!â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œAduh Nak, memangnya kamu tidak dengar, barusan alaram di Blang Krung berbunyi, itu tandanya akan terjadi Tsunamiâ€.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œApa Tsunami?â€</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Mendengar kata-kata Tsumami rasa-rasanya jantungku bergeser dari tempatnya, karena kejadian itu masih tersimpan rapi di memoriku.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œYani lari yukâ€. Kata Nabila padaku.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œYan kita lari kemana?â€ Tanya Merry lagi padaku.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">â€œTanpa berpikir panjang, aku bilang kita ke mesjid ajaâ€.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Kebetulan masjid tidak jauh dari posisi kami, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">kira-kira</span> hanya berjarak 50 meter. Tiba di mesjid orang-orang semakin sibuk, sampai-sampai tangganya sesak seakan tidak bisa berjalan. Tiba di lantai dua mesjid aku teringat dengan dek Atun, kak Fira, dek Ani teman satu kosku. Paling menyedihkan saat-saat genting seperti itu aku tidak punya pulsa, jadi sulit untuk menghubungi teman-teman.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Tak jauh dari tempat aku berdiri, aku melihat dek Atun yang sedang menyeka air matanya. Kelihatannya dia juga lagi sibuk mencari teman-teman. Seketika itu juga meledaklah tangis haru pilu bercampur menjadi satu, sambil berpelukan. Kupinjam <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Hp</span> dek Atun dan mencoba menghubungi keluarga nun jauh di negeri dingin. Kutekan no <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Hp</span> ayah beberapa kali tidak juga masuk-masuk, karena jaringan sangat sibuk. Aku teringat ada no <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Hp</span> paman, kucari di daftar telepon, kutekan dengan susah payah akhirnya masuk juga.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Tak lama kemudian ayah telpon, tanpa basa-basi aku menangis sejadi-jadinya. Apalagi mendengar suara ayah dan ibu. Saat itu seperti tidak ada harapan lagi untuk berjumpa dengan keluarga. Aku tak bisa membayangkan, jika memang benar Tsunami terjadi lagi. Aku teringat pada buku-bukuku yang tersusun rapi di atas lemari. Namun semuanya kuikhlaskan kepada Allah..</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Selang beberapa menit, datang informasi bahwa tidak terjadi apa-apa, hanya saja alaram itu konslet hingga berbunyi, dan membuat semua orang panik berlarian. Saat mendengar berita gembira itu, wajah ceria mulai kembali menyinari wajah pucatku, walaupun detak jantungku belum bisa normal karena masih syok. Ternyata hanya isu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">Darussala,</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">4 Juni 2007</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font face="Times New Roman" size="3">12.45</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=37&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kenangan-dalam-kepanikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang yang Menyapa</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/orang-orang-yang-menyapa/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/orang-orang-yang-menyapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 16:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/06/19/orang-orang-yang-menyapa/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Netty Wary   Di Aceh baru saja diresmikan darurat militer. Para aparat berdatangan ke setiap pelosok daerah yang ada di kampung-kampung. Tak juga ketinggalan dengan daerah kami, daerah yang dikatakan cukup rawan. Kampung kami berada di Kenawat Dataran Tinggi Gayo. Mayoritas penduduknya adalah bertani. Pada saat musim panen tiba, laki-laki tidak berani pergi ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=36&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font size="3"><strong><span style="font-family:Arial;">Oleh: Netty Wary</span></strong></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Di <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Aceh</span> baru saja diresmikan darurat militer. </span><span style="font-family:Arial;">Para</span><span style="font-family:Arial;"> aparat berdatangan ke setiap pelosok daerah yang ada di kampung-kampung. Tak juga ketinggalan dengan daerah kami, daerah yang dikatakan cukup rawan. Kampung kami berada di Kenawat Dataran Tinggi Gayo. Mayoritas penduduknya adalah bertani. Pada saat musim panen tiba, laki-laki tidak berani pergi ke sawah ataupun ke kebun. Bahkan dilarang oleh para istri-istri yang masih memiliki suami. Begitu juga dengan para anak mudanya. </span><span style="font-family:Arial;">Para</span><span style="font-family:Arial;"> wanitalah yang menggantikan posisi laki-laki pada saat itu. Sehingga jika di lihat ke setiap kebun-kebun semua yang bekerja hanya kaum wanitanya. Sedangakan kaum laki-lakinya tinggal menjaga rumah.</span></font><span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Pada saat itu laki-laki jarang yang keluar rumah, disebabkan karena kondisi keamanan yang kurang stabil. Jika ada laki-laki yang keluar rumah dan bepergian jauh, kebanyakan ada yang hilang, lenyap ditelan bumi entah siapa yang membawa. Kecuali anak laki-laki yang belum cukup umur. Begitulah keadaan pada saat itu. Cukup menyedihkan. Apalagi terdengar bunyi dentuman senjata api, kadang kadang anak-anak yang sedang belajar di skolah pun harus menghentikan pelajarannya dan ikut bertiarap karena takut peluru nyasar.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Hari minggu kami pergin ke kebun, saat itu kebetulan sedang bulan Ramadhan. Saat kami sedang memetik buah kopi tiba-tibaâ€¦â€¦..</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œBrukâ€¦., brukâ€¦., brukâ€¦.Tolong semua yang ada di kebun ini keluar semuanyaâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Aku begitu terkejut melihat pakaiannya yang serba hijau dan memegang sepucuk senjata. Aku buru-buru keluar dari kebun menuju pondok, dan diikuti oleh tiga orang temanku. Kami terdiri atas empat orang yaitu Aku, Mak Adi, bik Ijah, dan Kak Epah. Aparat itu mulai bicara dengan mata yang melotot seperti harimau yang hendak menerkam mangsa.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œMana KTP, cepat keluarkan KTP kalianâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tanya seorang aparat dengan intonasi yang begitu ketus. Mereka bertiga cepat-cepat mengeluarkan KTP dengan tangan yang bergetar dari kantong celananya, yang selalu siap dibawa kemana pun pergi, bahkan ke WC sekalipun KTP tak ketinggalan. Aku masih kelas satu SMP jadi belum memiliki KTP karena belum cukup umur, hanya<span>  </span>saja badanku besar, sehingga orang-orang mengiraku sudah menikah.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Aparat itu terdiri atas tiga orang dengan karakter yang berbeda. Satu orang <span> </span>sangat seram dengan memakai embel-embel yang sangat banyak seperti rantai anjing yang diikat<span>  </span>di leher dan jari-jari tangannya. Satu lagi tidak begitu seram, sedangkan yang satu lagi badannya tinggi besar, kulitnya hitam legam, dan matanya merah. Seakan hendak menyantap siapa saja yang ada di depannya. Aparat itu melihat dan meneliti satu persatu KTP kami secara bergiliran. Kini tibalah giliranku.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œKamu, mana KTPnyaâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œAâ€¦.Aâ€¦.Anuâ€¦ Pakâ€¦ <span> </span>!â€ Dengan wajah yang begitu pucat seperti mayat hidup.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œApanya yang anu..anu.., ngomong yang jelasâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSaya belum punya KTP Pak! Karna saya masih pelajar kls satu SMP, jadi belum cukup umur untuk membuat KTPâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œBohongâ€¦.Banyak alasan kamu, kamu inong balee ya!â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œA..Apaan itu inong balee Pak?â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Aku benar-benar tidak tahu apa dan siapa itu inong balee. Di dalam benakku inong balee itu adalah nenek-nenek tua yang berjualan membawa mampan dari rumah ke rumah. Aku sama sekali masih kabur tentang itu, dan bahakan belun tau. Aparat yang ini benar-benar tidak percaya kalau aku masih pelajar. Kuberanikan diri untuk bicara.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œKalau Bapak tidak percaya, Tanya aja<span>  </span>sendiri sama kepala kekolah sayaâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œPakai nyuruh segala, kamu pikir saya ini detektifâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Nampaknya aparat itu sangat berang dengan jawabanku tadi. Dua aparat temannya diam saja, mungkin lucu juga bagi mereka berdua atas jawabanku tadi. Diantara kami berempat aku yang berani bicara sendiri, sedangkan temanku yang tiga pucat semuanya, bahkan ada yang sampai perutnya mules-mules mendengar aparat itu bicara. Suasana hening sebentar, kemudianâ€¦.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSiapa yang punya kebun ini? Tanyanya lagi, pasti orang kaya ya?â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œOrang kampung kami Pak! Kami hanya membantu memetiknya sajaâ€. Jawabku, aku tak berani bilang kalau ternyata yang punya kebun ini adalah bapakku. Syukur saja bapak dan seorang adik laki-lakiku yang setengah baya tidak ikut datang ke kebun. Kalau mereka datang juga entah apalagi mungkin yang akan terjadi.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œTolong bilang sama orang yang punya kebun ini, antarkan dua ekor ayam kemari. Kami tunggu sampai jam 05.00 sore. Kami sudah dua hari tidak makanâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Cepat-cepat kujawab â€œ Ya Pak!â€ Pantas saja para aparat ini pada marah-marah dari tadi rupa-rupanya sudah dua hari belum makan, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">coba</span> kalau dibilang dari tadi </span><span style="font-family:Arial;">kan</span><span style="font-family:Arial;"> bisa kumasak nasinya di sini, kataku dalam hati sambil menghilangkan rasa takut. Padahal mana mungkin aku mau masak untuk aparat ini.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSekarang kalian  tinggalkan tempat iniâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Saat itu juga<span>  </span>kami berempat pulang ke rumah. Tiba di rumah langsung kuceritakan pada bapak dan keluargaku. Kata bapakâ€¦</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œAntar saja ayamnya kesana, daripada bermasalahâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Ibu sangat takut dan cemas mendengar ceritaku tadi.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œTidak usah takut  Bu..orang kita nggak salah kokâ€. Kata Bapak.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Akhirnya aku dan adik laki-lakiku yang setengah baya pergi mengantarkan ayam pesanan aparat tadi. Tapi yang anehnya sampai di kebun aparat itu tidak jadi membuka tas yang berisi ayam itu. Mereka hanya menanyakan nama adik laki-lakiku.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSiapa nama kamu?.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œZahriandi Pak?.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSudah sekolah?â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œSudah Pak!â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œKelas berapa?â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œBaru kelas enam SD Pakâ€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œO..O..Berarti kamu belum punya KTP Ya!â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œBelum  Pakâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Lima</span><span style="font-family:Arial;"> belas menit kami menunggu, aparat itu tidak ada yang menanyakan tentang ayam yang tadi diminta. Mungkin mereka lupa, atau Cuma menakut-takuti saja. Dia bertanya lagi pada adikku.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œKamu kenal GAM?â€</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œApa itu GAM Pak?â€ Adikku kembali bertanya.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">â€œDasar anak edan, kita tanya malah dia yang balik bertanyaâ€.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Aku merasa was-was, karena <span> </span>salah-salah adikku menjawab bisa berkibat fatal, walaupun hanya anak kecil.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Akhirnya kami diperbolehkan pulang oleh mereka. Kami pulang dengan membawa kembali dua ekor ayam yang tidak jadi diambil. Ibu dan bapak sangat khawatir dengan keadaan kami berdua. Kekhawatiran itu mulai menghilang saat ibu dan bapak melihat kami tiba di rumah dengan selamat.</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"><span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Banda Aceh</span>,</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">15 Maret 2007</font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">23.03 </font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=36&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/orang-orang-yang-menyapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kampung Kita</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kampung-kita/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kampung-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 16:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kampung-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Akmal MR Kampung kita, jiwa yang meronta mencekik angin seumpama pasir dilahap ombak riuh nur kini redup serupa senja yang murung melihat bumi negeri kita telah lelah, senyum itu kini membatu pada jiwa yang keruh nur telah terkepung kegelapan kampung kita, kini telah ramai kembali mengikat senyum yang putus pohon-pohon kembali menari sembari berbisik pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=35&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Akmal MR</strong></p>
<p>Kampung kita,</p>
<p>jiwa yang meronta mencekik angin</p>
<p>seumpama pasir dilahap ombak riuh</p>
<p>nur kini redup serupa senja yang murung melihat bumi</p>
<p>negeri kita telah lelah,</p>
<p>senyum itu kini membatu</p>
<p>pada jiwa yang keruh</p>
<p>nur telah terkepung kegelapan</p>
<p>kampung kita,</p>
<p>kini telah ramai kembali</p>
<p>mengikat senyum yang putus</p>
<p>pohon-pohon kembali menari</p>
<p>sembari berbisik pada angin yang layu</p>
<p>negeri kita,</p>
<p>biarkan saja kebahagiaan ini menjadi air</p>
<p>nur telah tersenyum</p>
<p>Ulee Kareng, 19 Juni 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=35&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/06/19/kampung-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moritza Thaher &amp; Friend&#8217;s</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/moritza-thaher-friends/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/moritza-thaher-friends/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 01:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/30/moritza-thaher-friends/</guid>
		<description><![CDATA[Hikajat dari Zaman Boeroek Konser Musik Moritza Thaher &#124; Sabtu &#124; 26 Mei 07 &#124; 20.00-3.00 wib&#124; Di Episentrum Ulee Kareng Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant Bagian I: Sejak ditemukan roda hingga peradaban manusia mengenal wifi Zaman Boeroek tak kunjung enyah dari kehidupan kita sehari-hari. Zaman Boeroek hadir dalam anekaragam rupa. Dari perang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=34&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/images.jpg" title="images.jpg"><img src="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/images.thumbnail.jpg?w=500" alt="images.jpg" /></a><strong><span style="font-size:14pt;">Hikajat dari Zaman Boeroek<br />
</span></strong>Konser Musik Moritza Thaher | Sabtu | 26 Mei 07 | 20.00-3.00 wib| Di Episentrum Ulee Kareng Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant</p>
<p>Bagian I:</p>
<p>Sejak ditemukan roda hingga peradaban manusia mengenal wifi Zaman Boeroek tak kunjung enyah dari kehidupan kita sehari-hari. Zaman Boeroek hadir dalam anekaragam rupa. Dari perang sampai manipulasi bantuan tsunami dari fundamentalisme agama sampai kemiskinan dari buruknya pelayanan kesehatan sampai kebrutalan pengguna jalan raya. <span id="more-34"></span></p>
<p>Konser Musik Moritza Thaher dalam bagian pertama adalah sejumlah hikayat tentang keburukan itu. Momo, begitu dia dipanggil, menghadirkan kekacauan serta kebrutalan itu di dalam konser musiknya.</p>
<p>Bagian II:<br />
Setelah kekacauan dan kebrutalan, pada bagian kedua, konser musik yang menjadi malam pertama pembukaan Episentrum Ulee Kareng, akan menyampaikan sejenis utopia. Mungkin harapan, mungkin tujuan. Sebuah surga di bumi, atau apa yang disebut sebagai Zaman Baik.</p>
<p>Moritza Thaher, Lahir di Lhoksukon, 9 Juli 1969. Album musiknya: Nyawoung (2000); Linto (2002). Pertunjukan: Live For the Gong (1994); Monkey Bussines (2004). Direktur sekolah musik Moritza dan Komunitas Musik Maestro.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=34&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/moritza-thaher-friends/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/images.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikajat Koera-Koera Berdjanggoet</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/hikajat-koera-koera-berdjanggoet/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/hikajat-koera-koera-berdjanggoet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 01:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/30/hikajat-koera-koera-berdjanggoet/</guid>
		<description><![CDATA[Pertunjukan Agus PMTOH Hikajat Koera2 Berdjanggoet&#124; Rabu &#124;30 Mei 07&#124; 20.00  23.00 wib&#124;  Di Episentrum Ulee Kareng Banda Aceh – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant     ...dengan kapal itu dia berharap bisa mendapatkan doa seribu penguasa dunia, dengan doa dan kapal itulah dia berharap dapat kembali pulang ke tanah Sulaiman. Jika sekarang orang-orang mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=31&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/ampon-agus.jpg" title="ampon-agus.jpg"><img src="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/ampon-agus.thumbnail.jpg?w=500" alt="ampon-agus.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">Pertunjukan Agus PMTOH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">Hikajat Koera2 Berdjanggoet</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">| Rabu |30 Mei 07| 20.00  23.00 wib|  Di Episentrum Ulee Kareng Banda Aceh – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">   </span></p>
<p class="MsoNormal"> <span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">.<em>..</em></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';">dengan kapal itu dia berharap bisa mendapatkan doa seribu penguasa dunia, dengan doa dan kapal itulah dia berharap dapat kembali pulang ke tanah Sulaiman. Jika sekarang orang-orang mencari di mana kapal Nuh yang masyur itu pasti tak ditemukan sebab disembunyikan unta buangan. Perompak-perompak di seluruh lautan tak pernah mencari kapal itu, takut dikutuk unta buangan&#8230;</span></em></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">Hikajat Koera2 Berjanggoet (HKB) adalah 9 sembilan sekuel kisah yang satu sama lain tak saling berhubungan namun memiliki jaringan kisah layaknya jalinan jaring laba2.  Dan Hikayat Zulfikar, yang akan dibawakan Agus PMTOH pada malam keempat peluncuran Episentrum Ulee Kareng, adalah bagian kecil dari hikayat itu. HKB sebuah kisah yang menceritakan Aceh dari abad 17 hingga Abad 21.</span><span id="more-31"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">Hikayat Zulfikar berkisah tentang bekas bajak laut yang beralih profesi menjadi Tukang Cerita yang penuh muslihat karena satu persolan dengan Sultan pada zaman itu. Si Tukang Cerita hidup di zaman di mana kapal-kapal merapat sampai menyentuh cakrawala karena suatu huru-hara di lautan akibat bajak laut yang mengganas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">Agus Nur Amal akan membawakan hikayat ini dalam pertunjukan PMTOH Modern. Dan dia kali ini juga akan memadukan pertunjukannya dengan perangkat multimedia. Seperti sudah diketahui oleh  percobaan kreatif Agus seni tutur PMTOH Aceh telah mengalami perkembangan yang sangat radikal. Dia banyak terlibat dalam beberapa lokakarya teater untuk perdamaian dan anti kekerasan, sekaligus merancang beberapa media kampanye populer untuk tujuan serupa, salah satunya TV Eng Ong. Sekarang sebagai peneliti di Komunitas Tikar Pandan Banda Aceh dia membagi waktu antara Jakarta dan Banda Aceh. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Palatino Linotype';">HKB ditulis oleh Azhari sebagai sebuah cerita panjang yang direncanakan terbit akhir tahun ini. Penulis Perempuan Pala ini sehari-hari bekerja di Komunitas Tikar Pandan, menjadi Wali Sekolah Menulis Dokarim, hobi mengenderai sepeda, dan menaruh minat yang besar terhadap tradisi lisan, terutama hikayat,  bersama Agus PMTOH sekarang dia sedang meneliti sejumlah hikayat Aceh, pada tahun 2005 dia menerima penghargaan Free Word dari Belanda. </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';">E UK</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';">Untuk informasi sila hubungi: episentrum_ulekareng@yahoo.com</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=31&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/hikajat-koera-koera-berdjanggoet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/ampon-agus.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ampon-agus.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Promised Paradise</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/promised-paradise/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/promised-paradise/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 01:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/30/promised-paradise/</guid>
		<description><![CDATA[                                Pemutaran Film Karya Leonard Retel Helmrich                                 Promised Paradise &#124; Selasa &#124;29 Mei 07&#124; 20.00  22.00 wib&#124;  Di Episentrum Ulee Kareng – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant &#160; Film berdurasi 55 menit ini dilarang di Jakarta International Film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=30&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/logo-episentrum.jpg" title="logo-episentrum.jpg"><img src="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/logo-episentrum.thumbnail.jpg?w=500" alt="logo-episentrum.jpg" /></a><strong><span style="font-family:'Palatino Linotype';">                                Pemutaran Film Karya Leonard Retel Helmrich </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span style="font-family:'Palatino Linotype';">                                Promised Paradise</span></strong></em><strong><span style="font-family:'Palatino Linotype';"> </span></strong><span style="font-family:'Palatino Linotype';">| Selasa |29 Mei 07| 20.00  22.00 wib|  Di Episentrum Ulee Kareng – Jl. Lamreung No 20 Depan Cafe Flamboyant</span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';">Film berdurasi 55 menit ini dilarang di Jakarta International Film Festival (Jiffest) tahun 2007! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';">Film ini mengisahkan tentang reaksi para seniman terhadap terorisme. Agus Nur Amal dengan gayanya mencoba menyelusuri mengapa dan kenapa terjadinya terorisme itu. Untuk itu Agus Nur Amal perlu bertanya pada paranormal, dan bahkan perlu mendatangi Imam Samudera, yang ditahan di Bali, untuk mengungkapkan akar dari persoalan itu.</span><span id="more-30"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';">Film yang disutradarai Leonard ini mendapat penghargaan di beberapa festival, di antaranya Netherland Film Festival dan Zanzibar Film Festival, juga pernah diputar di Zuhri dan Lugano Film Festival </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';">Sila datang pada malam ketiga peluncuran Episentrum Ulee Kareng, dijamin penuh humor dan satire. Semoenja gratis!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';">E UK</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Palatino Linotype';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Book Antiqua';">Untuk informasi sila hubungi: episentrum_ulekareng@yahoo.com</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=30&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/30/promised-paradise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/logo-episentrum.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-episentrum.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BURNI TELONG</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/burni-telong/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/burni-telong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 03:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/20/burni-telong/</guid>
		<description><![CDATA[Netty Wary &#160; Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, aku baru saja siap  belajar dan menyelesaikan tugas. Kubaringkan badanku di atas ranjang sembari mengendorkan otot-otot saraf ku yang telah lelah seharian dalam rutinitas. Kupejamkan mata perlahan-lahan sambil menyelimuti badan ku. Tapi entah kenapa malam itu aku merasa sangat kedinginan, sehingga mata juga susah untuk dipejamkan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=18&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;"></span><span>Netty Wary</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, aku baru saja siap<span>  </span>belajar dan menyelesaikan tugas. Kubaringkan badanku di atas ranjang sembari mengendorkan otot-otot saraf ku yang telah lelah seharian dalam rutinitas. Kupejamkan mata perlahan-lahan sambil menyelimuti badan ku. Tapi entah kenapa malam itu aku merasa sangat kedinginan, sehingga mata juga susah untuk dipejamkan. Aku merasa seperti berada di tempat kelahiran ku, desa yang berhawa sejuk sehingga ketika malam tiba, tak bisa tidur sebelum badan diselimuti minimal dua kain selimut, wah dingin bwanget.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">Karena kedinginan aku tak bisa tidur, pelan-pelan aku membalikkan badan dan mata ku tertuju tepat pada buku<span>  </span>yang ku susun rapi di atas lemari. Tanpa berpikir panjang aku bangun dan mengambil salah satu buku yang berjudul “Aku Bisa Nulis Cerpen”. Memang sih biasa nya buku adalah pengantar tidur ku, jika aku tak bisa tidur aku selalu membaca buku dan bagi ku buku merupakan sahabat yang paling setia. Pernah satu malam aku membaca novel karangan Habiburrahman El Shirazy sampai pukul 01.30 dini hari.<span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">Ku ambil buku, ku buka dan kubaca perlahan-lahan, aku banyak sekali menemukan ilmu-ilmu baru tentang tulis-menulis, kemudian aku teringat rupanya ada cerpen yang baru ku tulis dua hari yang lalu dan belum sempat ku siapkan, tanpa berpikir panjang kuambil naskah yang sudah kutulis bersama dengan meja butut kecil ku. Belum lama aku menulis cerpen, yah kira-kira sudah satu jam, atau tepat nya pukul 23.30, tiba-tiba hp ku berbunyi. Kulihat ada satu missage yang masuk. Ku buka missage yang baru masuk dengan jantung yang berdegup kencang, karena no nya tidak ada tersimpan di phone book hp ku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">“Netty berapa no hp pak cek (ayah mu) di sp tiga, cepat kirim, di sini gempa sangat kuat, abang dapat kabar bahwa gunung berapi Burni Telong mau meletus ini dari bang Mirda”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">Denyut jantung ku semakin keras, keringat dingin membasahi sekujur tubuh ku, abang sepupu ku minta no hp ayah, kata nya gempa sangat kuat di kampung dan menurut informasi yang diterima ada kemungkinan gunung berapi Burni Telong akan meletus, aku seperti ditimpa petir di siang bolong, badan ku terasa seperti disengat oleh aliran listrik yang sangat kuat. Seketika itu tanpa terasa pipi ku basah, air mata ku meleleh tiada henti, sebelum mendengar kabar yang jelas dan pasti dari keluarga ku di kampung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">Tangan ku sudah tak bisa lagi mengetik sms, karena sudah gemetar bercampur cemas dan takut, kucoba menghubungi no bang Mirda yang ada di phone book hp ku, beberapa kali aku telpon tetap dengan jawaban yang sama”No yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi”.Kucoba juga menghubungi no ayah dan semua no saudara-saudara yang ada di kampung, tapi hasil nya tetap nihil, karena berdasarkan pengalaman yang lalu jikas terjadi gempa jaringan langsung putus seketika. Apakah ini petanda….”Ah aku tidak boleh berpikiran negatif dulu”. Ucap ku dalam hati sambil menenangkan pikiran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Aku berusaha tenang menghadapinya namun hatiku semakin waswas, takut, sedih, haru, pilu semua bercampur Menjadi satu, air mata ku pun tak henti-hentinya meleleh, sambil berdoa pada yang Maha Kuasa, karena Dialah penentu segalanya, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan keluarga ku. Tak bisa ku bayangkan jika memang benar malam itu gunung Burni Telong meletus hanguslah semuanya, karena desa kami tepat berada di lembah gunung berapi Burni Telong, kira-kira<span>  </span>berjarak hanya 3 mil dari kaki gunung. Konon katanya gunung itu sudah pernah meletus sekali, memang benar sih banyak tanda-tanda gunung itu pernah meletus, salah satunya terdapat belerang, pasir, batu-batu besar dan kecil, serta tanahnya sangat subur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Mataku bengkak karena tak henti hentinya menangis, kutatap jarum jam menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Hampir saja kuhubungi lagi nomor ayah, tapi tiba -tiba Hp ku berbunyi, ternyata ayah yang telepon, langsung kuangkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Assalamualaikum” .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Walaikum salam jawab ayah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Tangisku meledak seketika mendengar suara ayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Hik&#8230;.hik.. ..hik&#8230;. .”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Kenapa menangis? Tanya ayah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Ayah bagaimana dengan<span>  </span>keadaan keluarga kita apa tidak apa-apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Memang kenapa? Ayah kembali bertanya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Lho bukannya ayah dan keluarga sudah pergi mengungsi? Tadi bang Mirda sms suruh kirim nomor hand phone ayah, katanya di sana barusan ada gempa <span> </span>kemungkinan besar gunung berapi akan meletus, dan mereka akan menjemput keluarga kita ke Pondok Ayah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Memang sih tadi ada gempa tapi bukan berarti gunung mau meletus, alat pendeteksi gempa (seismograf) masih berfungsi, tadi kami di sini juga sempat agak panik, tapi kemudian ada pengumuman bahwa tidak terjadi apa-apa dengan gunung. Di sana ada gempa Nak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Tidak ada Ayah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Ya sudah, jangan lagi dipikirkan, sekarang kamu tidur besok kamu harus kuliah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>“Seketika itu juga aku sujud syukur, sebagai tanda terima kasihku pada Allah yang telah mengabulkan doa hamba-Nya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Akhirnya ku tutup telepon dengan ucapan”Assalamualaik um Ayah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Terdengar jawaban”Walaikum salam”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Klik ku tutup telepon.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span>Setelah mendengar jelas kabar keluarga dari kampung aku sedikit merasa lega, setidaknya aku sudah bisa bernafas dengan tenang. Kusandarkan badan ku perlahan ke dinding, sambil minum air putih untuk menetralkan detak jantungku yang sudah tak karuan. Sepertinya aku baru saja mengalami kecelakaan yang luar biasa, selama ini rasa-rasanya belum pernah kurasakan dan baru kali ini kualami. Setelah pikiranku tenang kusimpan sisa tulisan yang tak bisa lagi kulanjutkan, sembari membaringkan badan di atas ranjang, sambil membayangkan kejadian tadi. Akhirnya tepat pukul 03.15 pagi aku baru bisa tidur dan lelap dalam mimpi sampai azan subuh tiba. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span><span> </span><span>   </span><span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=18&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/burni-telong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepucuk Surat Buat Emak</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/sepucuk-surat-buat-emak/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/sepucuk-surat-buat-emak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 03:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/20/sepucuk-surat-buat-emak/</guid>
		<description><![CDATA[&#62;&#62; Akmal MR &#160; Kepada Emak Niffa Di - Kampung &#8230;??? Emak, sekarang aku mulai beranjak dewasa. Miwa yang berkata itu. Saat ini Agam sungguh sangat ingin melihat wajah Mak. Semenjak emak pergi sepi dan selalu sunyi yang Agam rasa. Mak, Agam sudah dipindahkan ke kelas yang baru di sekolah yang lain juga. Miwa bilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=17&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&gt;&gt; Akmal MR</strong></p>
<p><a href="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/imag0074.jpg" title="imag0074.jpg"><img src="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/imag0074.thumbnail.jpg?w=500" alt="imag0074.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kepada Emak Niffa<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di -<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kampung &#8230;???<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span><span>Emak, sekarang aku mulai beranjak dewasa. Miwa yang berkata itu. Saat ini Agam sungguh sangat ingin melihat wajah Mak. Semenjak emak pergi sepi dan selalu sunyi yang Agam rasa. Mak, Agam sudah dipindahkan ke kelas yang baru di sekolah yang lain juga. Miwa bilang aku suda naik kelas. Namun tak ada lagi tempat ku di sekolah dulu. Kini aku sudah punya sekolah baru dan perlengkapan sekolah baru yang Miwa dan Pak Cek yang membelikannya untukku.</span><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Maaf, bukan aku tak lagi memakai baju yang Mak beli dulu. </span><span>Mak, sekolah ku sekarang sudah sangat beda. Memang baju masih putih sama seperti yang emak belikan dulu. Akan tetapi celana ku tak lagi merah, sekarang aku pakai celana biru pekat agak hitam, kata oarang-orang warna itu namanya biru dongker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Mak, engkau berada dimana sekarang???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pernah sekali aku bertanya pada Miwa. Dia selalu berusaha membuat ku tak lagi bertanya tentang emak. Hingga ku putuskan untuk tak bertanya lagi karena memang tak pernah ku temu jawabnya. Mak, aku setiap pagi kedai kopi Cek Wan. Aku membantu Miwa mengantarkan kue yang dia buat setiap malam. Setiba aku disana pasti orang-orang meliahat aku dengan mata yang kejam. Banyak diantara mereka berucap nama Niffa saat melihat aku tiba di kedai itu. Bukankah Niffa itu nama Mak? Mungkin benar, sebab mata mereka merah bengis menatapku. Tapi dalam ucap mereka Niffa tak seperti mak yang lembut, penyayang, dan tak pernah melihat senjata. Pernah Nyak Maneh bercerita padaku sedikit tentang emak dulu. Tapi kini Nyak Maneh sudah tidak ada lagi. Malam itu ada sepuluh orang datang kerumahnya. Lalu aku melihat dia di bawa ke hutan. Setelah itu aku tak pernah mendengar lagi kabar tentangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Mak tau? Racau mereka, mak punya bedil, Mak musuh tentara, Mak sudah bisa membunuh dengan tangan Mak. Benarkah itu Mak? Ah,&#8230; mak aku tak percaya! Tapi ingatanku mulai resah saat mereka sering berkata tentang itu. Maka aku tulis ini untuk mak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span></span><span>Mak, apa yang engkau lakukan sekarang dan <span> </span>dimana engkau sekarang???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Agam sangat rindu pada Mak. Malam itu Agam tertidur di Jambo blang. Agam tak pergi mengaji seperti suruh Miwa. Agam tidak pergi karena saat itu hujan. Agam tunggu hujan reda hingga agam ketiduran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Mak, masih ingatkah kau saat dulu kau bisik waktu ku tidur? Tentang kehidupanku saat dewasa nanti, tentang kau ingin bertualang bersama abah. Saat kau rindu memelukku. Saat aku di Jambo itu, bisikan itu seakan kembali berdengung di telingaku, maka aku lelap karena aku begitu merindukanmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mak, apakah kau temukan abah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kenapa tak pernah ada kabar tentang itu? Aku begitu rindu wajah abah, aku ingin ia membawakan aku mainan bedil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mak, aku akan tetus giat sekolah untuk mendapatkan hadiah itu saat abah pulang nanti&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Aku ingin menerusi cita-cita mu yang pernah kau ucap tentang harap, padaku dulu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mak, akan ku jadikan cita-citamu itu menjadi sebuah kenyataan yang memungkinkanmu bahagia melihat keberhasilanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Tamat sekolah nanti. Agam akan pergi ke Banda dengan Pak Cek. Agam akan segera menjadi seorang tentara sperti yang mak bilang sebelum ayah pergi ke hutan lalu tidak kembali pulang hingga waktu itu mak menyusul. Sekarang mak juga tak pulang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Mak, jika ucap orang-orang di kedai itu benar. Masih kah kau mau aku menjadi seorang tentara? Aku harus bagaimana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mak, jika kau pulang nanti, ceritakan padaku tentang kepergianmu selama ini. Karena kerinduanku sudah aku catat semua di buku yang Miwa beli untukku pakai disekolah. Namun, saat aku sekolah tidak satupun yang aku tulis ketika ibu dan bapak guru mendikte. Aku hanya sibuk sendiri, aku menulis rasa hati ini untu emak. Apa emak marah padaku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Mak, sudah lima tahun kau pergi! Akan tetapi kampung ini seakan telah melupakan tentangmu. Mereka hanya mengenalmu sebagai pembunuh. Aku tak bisa menggambar rupamu. Namun, siapa yang membunuh Yah Wa yang menjadi penghianat di kampung kita aku masih mengingatnya. Aku lihat dia memakai cadar putih, rambutnya reikat dibelakang dan dia memagang bedil yang besar. Matanya hampir sama dengan matamu. Maaf mak, tapi memang hanya mata dan rupamu yang saat ini masih aku ingat. Mengapa aku bilang hanya mata yang aku ingat pada si pembunuh Yah Wa itu&#8230; mak tau? Cadarnya menutupi seluruh wajahnya. Yang nampak hanya kedua matanya. Rambutnya terlihat terikat karena angin menghempas penutup kepalanya saat dia menarik tubuh Yah Wa dengan kawanya ke dalam hutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Aku tidak tahu jelasnya kemana mereka pergi. Tapi entah kenapa dia tidak membunuhku, padahal saat dia mencoba menembak Yah Wa, aku melihatnya dan dia juga lama memperhatikan aku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>            </span>Saat teringat kata orang-orang di kedai kopi itu, aku menjadi kuat dan tidak takut lagi. Karena aku pikir yang membunuh Yah Wa itu adalah emak. Maaf!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mak, buat aku bahagia sedikit saja! Mak, walau tidak engkau balas satupun suratku. Tapi aku sangat berharap kau mau membalasnya. Mungkin aku akan tau kabar emak dan abah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Salam,..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Agam Nurdin-Niffa </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=17&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/sepucuk-surat-buat-emak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amay.files.wordpress.com/2007/05/imag0074.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imag0074.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NÈK SIÔN_2</title>
		<link>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/nek-sion_2/</link>
		<comments>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/nek-sion_2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 03:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akmal MR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amay.wordpress.com/2007/05/20/nek-sion_2/</guid>
		<description><![CDATA[&#62;&#62;&#62; Yudi Pratama &#160; Hari ini cuaca sangat panas. Matahari bersinar dengan teriknya. Tubuhku seakan-akan terbakar. Aku berjalan pulang menuju rumahku yang tercinta. Aku berjalan dengan langkah yang sangat cepat agar aku bisa sampai dirumah. Aku merasa siang ini matahari tidak begitu bersahabat. Matahari seolah-olah marah dengan memancarkan sinarnya ke seluruh bumi ini. Segera terbayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=16&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>&gt;&gt;&gt; Yudi Pratama</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Hari ini cuaca sangat panas. Matahari bersinar dengan teriknya. Tubuhku seakan-akan terbakar. Aku berjalan pulang menuju rumahku yang tercinta. Aku berjalan dengan langkah yang sangat cepat agar aku bisa sampai dirumah. Aku merasa siang ini matahari tidak begitu bersahabat. Matahari seolah-olah marah dengan memancarkan sinarnya ke seluruh bumi ini. Segera terbayang di ingatanku enaknya segelas air dingin di campur dengan sedikit sirup. Hm…enak sekali diminum disaat cuaca seperti saat ini. Setidaknya semua itu bisa menghilangkan gerahku.<span id="more-16"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Aku mempercepat sedikit langkahku. Tapi, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan yang menurutku usianya sangat jauh diatasku. Aku sering melihatnya berjalan-jalan disekitar kampusku. Terkadang aku juga sering dihampiri olehnya. Sekarang aku kembali melihatnya. Tubuhnya yang sudah sedikit bungkuk berjalan dengan sangat lamban. Kulitnya yang hitam legam karena setiap hari berjalan di udara yang panas seperti ini. Semua itu sepertinya sudah biasa ia jalani.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Aku terus melihatnya. Aku melihat nenek itu dari kejauhan. Tapi aku cukup jelas melihat apa yang sedang ia kerjakan. Ia sedang meminta kepada orang-orang di sekitarnya untuk memberikan sedikit uang untuknya. Aku semakin jelas melihat rupanya. Aku dapat melihat rambutnya yang sudah memutih. Ia berjalan memakai tongkat. Tongkat yang telah setia menemaninya menghabiskan sisa-sisa hidupnya di jalanan. Aku juga melihat ia membawa sebuah bungkusan tempat ia membawa bajunya. Entah dimana ia tinggal. Aku juga tidak tau dimana ia berasal. Mengapa ia bisa hidup dijalanan? Sudah berapa lama ia hidup di jalanan? Aku tidak tau. Menurutku ia sangat kuat untuk dapat bertahan di tengah kerasnya kehidupan jalanan. Semakin dekat aku semakin jelas melihat wajahnya. Aku melihat wajahnya yang sudah dipenuhi oleh kerutan-kerutan yang menandakan bahwa usianya sudah sangat tua. Kulit yang sudah keriput. Tapi ia masih sanggup tersenyum. Aku melihat sinar kebahagiaan dari kedua matanya. Sinar kebahagian apabila ada orang yang memberikannya sedikit uang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Aku merasa sangat kasihan kepada nenek itu. Seharusnya dengan usianya yang sudah tidak lagi muda, ia dapat menikmati kehidupan bersama anak maupun cucu-cucunya. tapi ia masih saja harus berjuang dengan hidup disaat usianya yang sudah tidak muda lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Tak lama ia sudah berjalan menuju ke arahku. Semakin jelas kulihat dirinya. Keadaannya sangat-sangat menyedihkan. Tiba-tiba aku punya sebuah keinginan. Bagaimana kalau aku mengikutinya? Aku ingin melihat bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-harinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Keesokan harinya disaat aku lagi dalam perjalanan pulang, aku kembali bertemu dengan sosok yang sudah sangat ku kenal. Ya…hari aku bertemu lagi dengan nenek yang kemarin kulihat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Oh ya, bagaimana kalau sekarang saja aku wujudkan keinginanku untuk bisa mengetahui kehidupannya. Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, langsung saja aku mengikutinya dari belakang. Tampak jelas tubuhnya yang kurus itu berjalan dengan sedikit kesusahan karena umur yang sudah tidak muda lagi. Cukup lama aku memperhatikannya. Melihat semua yang ia kerjakan. Aku melihat banyak orang yang tidak perduli dengannya. Bahkan ada juga yang tega mengusirnya. Tapi semua itu ia terima dengan lapang dada. Mungkin ini sudah takdir baginya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Aku terus saja mengikutinya. Tiba-tiba ia berhenti di salah satu tempat yang menurutku tempat itu benar-benar kumuh. Ternyata ia tinggal di sana . Sebuah rumah yang terbuat dari kardus-kardus bekas. Sebuah rumah yang benar-benar yang tidak cocok baginya. Aku dapat membayangkan bagaimana bila hujan turun. Ia pasti sangat kedinginan. Mana bisa rumah kardus miliknya menahan hujan serta panasnya matahari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Tapi aku melihat ia sangat betah di rumahnya tersebut. Ia tinggal sebatang kara. Aku melihatnya dari kejauhan. Ia sedang menghitung<span>  </span>penghasilannya yang di perolehnya hari ini. Ternyata sangat sedikit hasilnya. Yang menurutku tidak cukup untuk memenuhi segala keperluan hidupnya. Namun, aku melihat ia sudah cukup bersyukur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Aku tiba-tiba sadar, seharusnya aku bisa lebih bersyukur saat sekarang ini. Semua kebutuhanku terpenuhi. Aku tinggal di rumah yang nyaman. Yang jauh dari kesan kumuh. Aku merasa malu dengan <span> </span>melihat nenek tersebut. Walaupun ia hidup dari belas kasihan orang lain tapi ia masih mau bersyukur dan tidak pernah menyerah untuk kehidupannya esok hari.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/amay.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/amay.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amay.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amay.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amay.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amay.wordpress.com&amp;blog=995979&amp;post=16&amp;subd=amay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amay.wordpress.com/2007/05/20/nek-sion_2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1beeba095ebd6feabef50b98c4d8c88c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">amay</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
