Netty Wary
Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, aku baru saja siap belajar dan menyelesaikan tugas. Kubaringkan badanku di atas ranjang sembari mengendorkan otot-otot saraf ku yang telah lelah seharian dalam rutinitas. Kupejamkan mata perlahan-lahan sambil menyelimuti badan ku. Tapi entah kenapa malam itu aku merasa sangat kedinginan, sehingga mata juga susah untuk dipejamkan. Aku merasa seperti berada di tempat kelahiran ku, desa yang berhawa sejuk sehingga ketika malam tiba, tak bisa tidur sebelum badan diselimuti minimal dua kain selimut, wah dingin bwanget.
Karena kedinginan aku tak bisa tidur, pelan-pelan aku membalikkan badan dan mata ku tertuju tepat pada buku yang ku susun rapi di atas lemari. Tanpa berpikir panjang aku bangun dan mengambil salah satu buku yang berjudul “Aku Bisa Nulis Cerpen”. Memang sih biasa nya buku adalah pengantar tidur ku, jika aku tak bisa tidur aku selalu membaca buku dan bagi ku buku merupakan sahabat yang paling setia. Pernah satu malam aku membaca novel karangan Habiburrahman El Shirazy sampai pukul 01.30 dini hari. Lanjut Baca »